Menu Tutup

Diet Organik untuk Anak Autis

Anak adalah buah hati yang diberikan Tuhan kepada kita. Maka sudah sewajibnya, para orangtua merawat, mengarahkan, melindungi, dan menjaga anak agar tetap sehat.

Namun pada anak berkebutuhan khusus atau anak autis, orang tua harus lebih ekstra kerja keras lagi dalam merawat anaknya. Perawatan ekstra pada anak autis meliputi:  asupan gizi yang seimbang, kesehatan mental, keseimbangan motorik, hingga program-program diet terukur yang perlu dilakukan. Diet organik ini dilakukan agar anak autis tidak terpapar racun dari zat kimia yang membahayakan pencernaannya.

Pantangan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Oleh Anak Autis

Ada sejumlah pantangan yang tidak boleh dilakukan oleh anak autis. Berikut beberapa pantangan yang tidak boleh dikonsumsi oleh anak autis.

Pertama, sebaiknya hindari konsumsi makanan gandum pada anak autis. Sebab gandum mengandung zat gluten. Kandungan gluten ini diketahui mampu membuat peradangan pada mukosa usus. Utamanya jika anak autis mengonsumsi makanan yang mengandung zat gluten dalam jumlah banyak. Jadi sangat disarankan agar anak autis diet konsumsi makanan gandum, atau makanan sejenis yang mengandung zat gluten dalam jumlah banyak.

Kedua, minuman bersoda banyak diminati seseorang. Mau tua, muda, semuanya sangat suka mengonsumsi minuman bersoda. Minum-minuman bersoda dalam jumlah yang terukur memang tidak masalah, tapi jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, sampai di luar ambang batas, maka bisa mengakibatkan sejumlah efek negatif.

Minuman berkarbonasi dinilai mengandung banyak pemanis buatan. Jika asupan pemanis buatan ini dikonsumsi oleh anak autis, maka efek yang ditimbulkan membuat jantung berdebar-debar. Tanda lain biasanya disertai dengan sikap hiper aktif, delusional, impulsif, dan bisa meningkatkan agresivitas.

Manfaat Diet / Pengaturan Pola Makan untuk Penyandang Autisme

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh Universitas Diponegoro berjudul Pengaruh Makanan dan Minuman pada Anak Autisme dan ADHD, disebutkan bahwa penderita autisme mengalami gangguan pencernaan. Gangguan pencernaan ini membuat kinerja lambung menjadi berat, sehingga anak penderita autisme disarankan untuk melakukan program diet. Apalagi dalam penelitian tersebut, pada anak penderita autisme, disebut mengalami alergi pada jenis makanan tertentu. Sejumlah alasan itulah mengapa anak autis sangat dianjurkan mengikuti program diet.

Produk Organik untuk anak autis

Saat ini berbagai produk organik sudah mudah untuk didapat. Mulai dari sayur mayur, buah-buahan, hingga daging organik. Produk organik menjadi pilihan tepat sebagai diet untuk anak autis yang mengalami gangguan pencernaan, karena tidak terdapat zat kimia dan polutan berbahaya bagi tubuh. Di sisi yang lain hal ini akan memperingan kerja sistem pencernaan.

Menjadi sebuah kekhawatiran tersendiri, ketika kita tidak mampu memastikan apakah sebuah produk itu benar-benar organik atau hanya label. Atau setidaknya kita harus tahu bahwa produk tersebut adalah organik dari sumber terpercaya, misal kesaksian teman, saudara, bisa juga review dari netizen terhadap sebuah produk. Kekhawatiran itu juga bisa dihilangkan bila produk tersebut sudah mendapatkan sertifikat organik bintang 5. Sebut saja Melilea yang meraih penghargaan sertifikat tertinggi untuk produk organik.

Sudah banyak yang membuktikan bahwa dengan mengkonsumsi Melilea Greenfield Organik dapat meningkatkan daya konsentrasi dan kesehatan pencernaan anak autis.

Nah, itulah beberapa program diet organik yang perlu dijalankan oleh anak autis. Program diet ini perlu dilakukan agar kesehatan penderita anak autis tidak turun.

Posted in Autisme

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Via WA