Menu Tutup

Konsumsi Terbaik untuk Detoksifikasi Tubuh

Detox Organic – Dalam sebuah buku berjudul The Detox yang dipublikasikan oleh Dr. Paula Baillie Hamilton disebutkan bahwa proses detoksifikasi mampu meningkatkan performa metabolisme di dalam tubuh.

Karena itu, program detoksifikasi sangat penting dan patut untuk dijalankan oleh semua orang yang ingin hidup sehat. Tujuan dari detoksifikasi yaitu untuk mengurangi zat kimia yang ada di dalam tubuh. Sehingga kinerja peredaran darah bisa berjalan lancar. Apalagi di dalam tubuh terdapat zat-zat berbahaya. Salah satunya ada kolesterol , lemak jenuh, darah kotor, dan zat zat buangan lain yang sering mengendap di tubuh.

Apa Saja Cara Terbaik untuk Melakukan Detoksifikasi?

Kita bisa melakukan detoksifikasi dengan berbagai cara. Bisa melalui detoksifikasi herbal maupun sintetis melalui obat-obatan.  Berikut makanan herbal yang biasa dipergunakan untuk program detoksifikasi.

Detoksifikasi Sayur-Mayur

Detoks organik bisa dilakukan dengan rajin mengonsumsi sayur-mayur. Sayur diketahui mengandung banyak zat anti oksidan. Zat anti oksidan ini yang membuat racun-racun di dalam tubuh bisa dikeluarkan.

Beberapa sayur-mayur yang cocok untuk program detoksifikasi ada bayam, selederi, kubis, mentimun, dan beberapa jenis sayur lain yang banyak mengandung anti oksidan.

Baca juga:

Detoks Kacang-Kacangan

Kita juga bisa melakukan detoks organik dengan mengonsumsi kacang-kacangan. Kacang yang dipercaya bisa menetralisir racun dalam tubuh yaitu kacang almond. Kacang ini dipercaya mengandung isoflavon yang membuat lemak-lemak di tubuh bisa dikikis.

Detoksifikasi dengan Bawang putih

Meskipun terdengar unik, namun bawang putih memiliki peran yang penting untuk menjaga sistem imunitas tubuh. Kandungannya yang kaya antioksidan membuat tubuh selalu terlindungi dari penyakit, serta memiliki 39 zat yang berbeda untuk melawan jamur, bakteri, parasit, dan virus berbahaya di dalam tubuh. Bawang putih membantu produksi glutathione dan mendukung enzim hati. Dapat dionsumsi dengan berbagai cara, seperti sebagai campuran masakan, atau boleh juga disantap mentah-mentah.

Detox teh herbal

Ada banyak jenis teh yang bisa digunakan untuk detoks, teh hitam, teh hijau, teh kayu manis, dan beragam teh lainnya. Sangat bagus untuk membersihkan racun-racun yang lama mengendap di dalam tubuh. Anda bisa mengonsumsi teh herbal di pagi hari untuk memulai aktifitas, dan rasakan perbedaannya dalam tubuh Anda dengan sebelum rutin meminumnya.

Konsumsi air putih yang banyak

Mengonsumsi air putih sesuai anjuran sangat baik untuk membantu kerja ginjal Anda. Ginjal berfungsi untuk memproses racun-racun di dalam tubuh dan mengeluarkannya melalui urin. Setidaknya, konsumsi 2,5 liter air putih setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Anda juga dapat menambah jumlahnya pada saat melakukan detoksifikasi.

Detoks Organik Melilea

Produk Melilea Greenfield Organic dipercaya sangat ampuh dalam melakukan proses detoksifikasi. Produk Melilea Greenfield Organic bisa menetralisir berbagai racun yang ada di dalam tubuh. Sehingga orang yang rutin mengonsumsi Melilea lebih sehat jika dibandingkan dengan orang-orang yang tidak mengonsumsi obat herbal ini.

Melilea Greenfield Organik sendiri bekerja dengan sangat baik. Kotoran dan racun yang ada di dalam tubuh akan luruh terbawa bersama kotoran saat buang air besar. Alhasil akan kita dapatkan usus yang sehat, dan tubuh yang terbebas dari racun. Penurunan berat badan secara otomatis bisa kita peroleh dengan keluarnya kotoran dan racun saat porses detoks. Sistem Kekebalan tubuh meningkat dan kulit tampak lebih muda, bersih, dan bersinar.

Apakah Program Detoksifikasi Perlu Rutin Menjalankan Olahraga ?

Ya, disarankan juga untuk melakukan rutin berolahraga. Banyak jenis olahraga yang kompatibel dengan program detoksifikasi. Salah satu olahraga yang cocok untuk program detoksifikasi yaitu olahraga yoga.

Yoga bisa dilakukan 3 kali dalam setiap minggu. Kegiatan yoga yang dilakukan rutin ini dipercaya mampu menetralisir racun yang ada di dalam tubuh.

Apakah Detoks Organik Memunculkan Efek Samping?

Tidak ada efek samping yang ditimbulkan dari detok Melilea kalau program detoks dijalankan sesuai dengan prosedur. Detoksfikasi tidak membawa efek samping apa pun jika pola makan Anda tetap dijaga. Namun perlu dipahami bahwa dalam proses detoksifikasi ini, racun dan zat sisa yang terurai akan mengalir lewat darah, pencernaan, dan sistem tubuh yang lain. Sehingga seringkali menimbulkan reaksi tubuh yang sebenarnya merupakan tanda bahwa prosesnya berjalan dengan baik.

Reaksi tubuh yang timbul saat proses detoksifikasi

Disadur dari web makanan untuk diet sehat, berikut ini penjelasan reaksi tubuh saat detoksifikasi:

Selain reaksi-reaksi seperti penyakit selama detoks, tubuh akan memberikan reaksi-reaksi lain yang sering mengejutkan bagi pemula. Bentuk reaksi dan kapan munculnya reaksi-reaksi tersebut tidak sama pada setia orang.

Menurut ahli diet dari Northwestern Memorial Hospital Wellness Institute dan pembicara American Dietetic Association Dawn Jackson-Blatner, terdapat beberapa efek dari detoks yang harus diperhatikan. Saat proses detoks, ketika toksin melewati pembuluh darah, maka tubuh akan memberi reaksi sehingga bisa timbul reaksi-reaksi, antara lain:

Gejala sakit kepala, mual, kembung, sembelit, pilek, flu, demam ringan, napas bau, gangguan kulit/gatal-gatal, gangguan emosi, serta kedinginan.Kadang disertai perubahan warna air seni. Warna urine lebih keruh dan berbau tajam.

Bagi mereka yang sepanjang hidupnya banyak mengkonsumsi obat-obatan farmasi, bau obat akan ikut keluar bersama urine dan kotoran (feses) Sering buang angin dengan bau sangat menusuk. Muncul keinginan kuat pada makanan, padahal setelah hari ke-3 sebenarnya tubuh sudah tidak merasakan lapar lagi. Keluar banyak kotoran disertai lendir (mukus) yang cukup pekat.

Pada program detoks yang lebih panjang, tubuh akan mengeluarkan kotoran dari lapisan sel yang paling dalam. Bentuk kotoran yang keluar biasanya lebih pekat dan berwarna mulai dari kehijauan hingga kehitaman seperti ter/aspal cair. Program detoks baru dapat di katakan sempurna jika bentuk kotoran yang keluar sudah normal dan tidak ada lagi kotoran yang bentuknya seperti tersebut. Reaksi ini sangat individual sifatnya. Pada orang tertentu, reaksi ini boleh jadi tidak muncul atau sudah terjadi pada hari pertama, ungkap Jackson-Blatner. Tetapi umumnya reaksi di atas baru muncul pada hari ketiga karena hari ketiga tubuh mulai mengambil energi dari lemak setelah hari pertama mengambil glukosa dari otot hari kedua dari lever. Untuk bisa sampai ke otak, lemak harus mengalami tahap perubahan hingga membutuhkan waktu lebih lama.

Kalau reaksi ini muncul, jangan panik. Detoks tidak perlu dihentikan Kurangi saja aktivitas yang menguras energi, hindari juga berpanas-panas di bawah matahari, minum air putih atau jus sebanyak-banyaknya, atau segera tidur. Biasanya betul tidak tertahankan, baik juga Anda konsultasi ke dokter.

Ahli gizi dari Rumah Sakit Jakarta, dr. Inayah Budiasti MS SpGK menyarankan agar pelaksanaan detoks sebaiknya secara perlahan untuk memberi tubuh kesempatan beradaptasi. Layaknya orang yang perlu adaptasi ketika menghadapi pola makan, demikian juga yang dilakukan tubuh. “Saat tubuh mengalami pengurangan asupan makanan, maka yang pertama dibuang ialah cairan. Jadi, bukan lemak yang dibuang dari tubuh. Padahal, sebanyak 80 persen tubuh terdiri atas air, ungkapnya. Karena itu, Detoks perlu dilakukan secara bertahap. Beri waktu pada tubuh beradaptasi minimal sekitar dua pekan untuk mendapatkan hasil terbaik,” tandasnya.

CATATAN PENTING

Cara mengkonsumsi minuman/makanan apa pun tidak boleh terburu-buru. Meskipun bentuknya cair, air dan jus buah tetap harus diteguk pelan-pelan dan sedikit-sedikit saja. Jadi, tidak ditenggak cepat-cepat, apalagi sekaligus. Minum atau makan terburu-buru dapat menyebabkan beberapa proses yang harus dilakukan tubuh terhadap makanan, terlewati. Makanan yang tidak terproses dengan baik akan mengalami pembusukan sebelum waktunya. Padahal pembusukan makanan hanya boleh terjadi dalam usus besar menjelang anus. Pembusukan dini biasanya sudah terjadi di usus duabelas jari.

TIPS

Sebaiknya tidak mengkonsumsi obat dan suplemen apa pun selama menjalani detox organic. Obat dan suplemen bagaimana pun memiliki elemen yang bersifat racun. Sebaiknya tetap berolahraga teratur. Cukup olahraga ringan saja seperti jalan kaki, lompat tali atau lompat-lompat kecil di atas trampolin, yoga, taichi, atau chikung. Olahraga berguna melancarkan sirkulasi darah dan getah bening dan secara tidak langsung juga melancarkan proses pengeluaran racun dari dalam tubuh. Perbanyak minum air putih untuk membantu proses detoksifikasi mengeluarkan racun lewat urin. Boleh melakukan perawatan tubuh seperti pijat, aromaterapi dan luluran (body scrub atau penggelontoran kotoran dari permukaan kulit).

Jadi jangan khawatir untuk memulai program detoks organik. Setelah melakukan program detoks dijamin  tubuh Anda akan semakin sehat.

Posted in Detoksifikasi

Related Posts

1 Comment

  1. Pingback:Apa itu Detoksifikasi? Manfaat Detoks untuk kesehatan | Detox Organic

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Via WA